Popular Posts

irfblogBacklink






Rating for erosisland.blogspot.com

My Ping in TotalPing.com

desain 1

Lawan rasa takut dan jalin silaturahmi dengan sesama rekan alumni.

desain 2

Lawan rasa takut dan jalin silaturahmi dengan sesama rekan alumni.

desain 3

Lawan rasa takut dan jalin silaturahmi dengan sesama rekan alumni.

desain 4

Lawan rasa takut dan jalin silaturahmi dengan sesama rekan alumni.

desain 5

Lawan rasa takut dan jalin silaturahmi dengan sesama rekan alumni.

Jumat, 08 Oktober 2010

Membaca Sajak TORAJA - Acep Zamzam Noer

Bayang-bayang berkelebat
Di antara hijau air dan rimbun kabut
Bulan pada permukaan sungai
Seperti nilam yang berkilauan

Di pelupuk mata. Langit merendah
Tanah mendedahkan kubur
Membuka jalan lempang
Ke leluhur. Tahun-tahun datang
Abad-abad pergi
Mencari tengkorak
Dan botol arak

Daun-daun melambai
Jauh ke ceruk sunyi
Kunang-kunang di sekujur bukit
Seperti hamburan manik-manik
Dari sorga. Gambar-gambar binatang
Jejak-jejak kaki, tapak-tapak tangan
Ukiran-ukiran batu, patung-patung logam
Getah-getah damar serta wewangian

Hutan. Awan membentuk garis salib
Dingin merapalkan mantera gaib
Pada keranda dan pintu goa:
Kerbau-kerbau tegak
Babi-babi tiarap
Lalu keabadian tersimpan
Di atas bubungan

Kabut keemasan dan bayang-bayang
Saling berkejaran seperti asap
Dengan api. Betapa megah dan ganjil
Alangkah riuh namun hening
Tarian dan nyanyian
Detik-detik yang berjatuhan

Ke haribaan subuh. Angin kencang
Udara dipenuhi serbuk kopi
Bau daging bakar dan kue warna-warni
Dari sesaji demi sesaji
Fajar adalah hamburan manik-manik
Dari sorga

(Acep Zamzam Noer)

Membaca Sajak Meledek Monyet - Antho Massardi

(dari Kumpulan Sajak-sajak Meledek Monyet)
 


Sekarang zaman edan banyak orang menjual iman
Mereka tidak peduli aturan apalagi ancaman Tuhan
Suka-suka sendiri mengejar segala keinginan setan
Menikmati kesenangan kekuasaan memabukkan
(Orang-orang bertanya, “Monyetnya man-na?”)

Mereka saling sikat saling gugat saling hujat
Tidak peduli rakyat melarat atau sekarat
Mereka saling hasut saling sikut saling pagut
Mulutnya busuk perut gendut banyak kentut
(Orang-orang bertanya, “Monyetnya man-na?”)

Tampilan sombong banyak omong seperti garong
Menabrak akhlak membeli pejabat tertawa terbahak-bahak
Mereka bersekutu dengan mafia mendobrak orang bijak
Tuhan masihkah Engkau mendengar suara rakyat melolong?
(Orang-orang kini tahu monyetnya cengengesan di media masa.)

(Antho Massardi, 19:57, 03-10-2010)

Membaca antologi "Bersama Kita Dusta" - Uki Bayu Sedjati

d u a b e l a s
dusta seperti jaring laba-laba raksasa sudah ada berabad bekerja menjerat mangsa tanpa pernah terlihat wadagnya
dusta adalah bisa yang diolah sajikan dengan kemasan sehingga yang terpikat tak merasa dijerat, dan yang memikat bakalan terus membuat layaknya santapan sehat dan menyajikannya setiap saat – bahkan sekalipun dustanya telah terbongkar oleh ulahnya sendiri
dusta bisa mirip virus yang disebarkan oleh para pendusta dan cepat dicerna oleh sesama mereka lantaran memang nyaman sukacita hidup di negeri dusta
Pendusta sanggup tak hanya berdusta kepada orang lain di luar dirinya, bahkan bisa mendustai dirinya sendiri
dusta adalah senjata yang memakan tuannya sendiri

(oleh Uki Bayu Sedjati)

Ulasan Singkat 10 Film Hollywood oleh Sejarah

oleh Irwan Firdaus

1. 10,000 B.C.

Jadi dengan sangat berat hati kami menginformasikan bahwa para mammoth bukanlah alat untuk membuat piramid. Lagian, mammoth nggak hidup di padang pasir. Buat apa rambut tebal kalau harus tinggal di tempat begituan? Dan… jaman itu belum ada piramid, setidaknya sampai 2.500 SM atau lebih.

2. Gladiator

Kaisar Commodus sama sekali bukan sister-complex seperti yang digambarkan dalam film. Alkoholik yang kejam, benar juga sih, tapi enggak secengeng itu. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dan bukan hanya beberapa bulan saja. Dia juga nggak membunuh ayahnya sendiri, Marcus Aurelius, yang aslinya wafat karena penyakit cacar. Dan terakhir, alih-alih dibunuh di arena gladiator, Commodus sebenarnya dieksekusi di kamar mandinya sendiri.

3. 300

Walaupun film ini mengambil latar berdasarkan kejadian nyata, yaitu Battle of Thermopylae, film ini kebablasan dalam berkreasi dengan stylenya. Yang paling kelihatan adalah si Raja Persia Xerxes nggak setinggi 8 kaki seperti yang digambarkan oleh Cirque du Soleil.
Lalu konsul di Sparta hanya boleh diikuti oleh orang yang berusia 60 tahun lebih, dan nggak ada satu pun orang seperti Theron yang diperankan oleh Dominic West yang berusia 37 tahun. Dan para pejuang Sparta pergi ke medan perang dengan menggunakan baju besi, bukan hanya celana dalam seksi dari kulit.

4. The Last Samurai

Orang Jepang di akhir abad 19 tidak menggunakan tenaga dari luar negeri untuk memodernisasikan militer mereka. Kalaupun iya, kebanyakan adalah orang Perancis, bukan Amerika. Karakter Ken Watanabe diambil dari orang bernama Saigo Takamori yang mati karena melakukan bunuh diri, atau “seppuku” karena menderita kekalahan dan bukannya mati karena dibredel peluru. Lagian, diragukan sekali bahwa seorang veteran perang pemabuk berusia 40-an, bisa menguasai sumpit dan pedang samurai seahli itu.

5. Apocalypto

Film ini telah berhasil membuat pusing departemen Antropologi. Memang benar suku Maya mengorbankan manusia untuk upacara, tapi bukan untuk Kulkulkan, si dewa matahari, dan hanya petinggi-petinggi yang diambil dalam perang saja yang dibunuh. Para penginvasi yang datang pada akhir film seperti pahlawan kesiangan saja, karena 90 % dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar yang ditularkan dari babi Spanyol yang terinfeksi.

6. Memoirs of a Geisha

Kedewasaan Geisha, atau “mizuage” hanyalah sebuah perubahan penampilan, dimana ia merubah tata rambut dan pakaiannya. Proses ini tidak melibatkan geisha jadi lebih intim dengan pelanggannya. Dalam sebuah adegan klimaks dimana Sayuri menyuguhkan tarian megah pada para penonton, settingnya, seperti sepatu berhak, salju buatan, dan lampu-lampu aneh, lebih kelihatan seperti Studio 54 daripada Kyoto sebelum masa perang.

7. Braveheart

Mari lupakan sejenak bahwa kilt (semacam rok tradisional Skotlandia) belum digunakan sampai kira-kira 300 tahun setelah William Wallace. Menurut film ini, pesona dari mata biru Wallace saat perang Falkirk sangat powerful, dia berselingkuh dengan istri raja Edward II, yaitu Isabella dari Perancis, dan menghasilkan Edward II dari hubungan itu. Tapi berdasarkan buku-buku sejarah, Isabella baru berumur 3 tahun pada saat perang terjadi, dan Edward II baru lahir 7 tahun setelah kematian Wallace.

8. Elizabeth : The Golden Age

Pada 1585, menurut settingan film ini, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun (Cate Blanchett baru berumur 36 pada waktu bermain film ini) dan ia tidak dilamar oleh orang sepeti Ivan the Terrible (yang sudah mati pada zaman itu). Dan walaupun dalam film dia digambarkan sedang menggiring tentaranya ke Tilbury dengan menunggang kuda putih dan dilengkapi dengan baju besi lengkap dengan pedangnya, pada kenyataannya sang Ratu hanya bisa menunggang dengan posisi menyamping dan membawa tongkat kecil. Dia lebih seperti mayoret daripada menyerupai image Joan of Arc.

9. The Patriot

Figur perang revolusi Francis Marion, peran dari Mel Gibson, bukanlah orang yang berpikiran jauh ke depan demi keluarganya seperti yang digambarkan dalam film. Dia adalah pemilik budak yang tidak menikah (dengan sepupunya) sampai perang usai. Para ahli sejarah juga mengatakan bahwa ia sering membunuh Indian Cherokee. Ditambah lagi, di perang Guilford Court House, dia berhasil membunuh musuh bebuyutannya dari Inggris? Yang benar saja, bangsa Amerika sebenarnya kalah dalam perang itu.

10. 2001: A Space Odyssey

Menurut film ini, pada tahun 2001 manusia sudah berhasil melakukan perjalanan ke Jupiter, debat kecerdasan dengan computer, dan lompatan kuantum di evolusi manusia. Alih-alih, kita malah dapat Stasiun Luar Angkasa MIR jatuh dari langit, Windows XP, dan Freddy Got Fingered. Kelihatannya pelajaran yang kita dapat dari sini adalah kadangkala jauh lebih baik kalau semua hal di film itu benar-benar tidak terjadi.

irfblog. Diberdayakan oleh Blogger.